APA ITU PENGENDALIAN INTERNAL?
Menurut Wikipedia, pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).
APA ITU COSO?
Committee of Sponsoring
Organizations of the Treadway Commission’s (COSO) didirikan pada tahun 1985,
yang merupakan aliansi dari lima organisasi profesi diantaranya :
1. Financial Executives
International (FEI)
2. The American Accounting Association
(AAA)
3. The American Institute
of Certified Public Accountants (AICPA)
4. The Institute of
Internal Auditors (IIA)
5. The Institute of Management
Accountants (IMA) (formerly the National Association of Accountants)
COSO adalah sebuah organisasi sektor swasta yang
sukarela, didirikan di Amerika Serikat, yang bertujuan untuk menyediakan panduan kepada manajemen eksekutif dan pengelola perusahaan
tentang aspek-aspek kritis dalam pengelolaan organisasi, etika bisnis, pengendalian internal, manajemen risiko perusahaan, kecurangan, dan pelaporan keuangan. COSO telah menerbitkan sebuah model pengendalian internal yang umum yang dengannya perusahaan dan organisasi dapat menilai sistem pengendalian mereka. Misi utama dari
COSO adalah “Memperbaiki/ meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas
melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan corporate
governance.”
Model
COSO Framework yang dikembangkan pada awal tahun 1990an ini menghubungkan
pengendalian dengan lingkungan pengendalian diantaranya meliputi budaya
organisasi, sikap orang yang ada didalam organisasi, dan pendekatan organisasi
untuk menilai risiko. Model ini melakukan pengendalian dengan cara menempatkan
pengendalian pada di dalam praktek/pelaksanaan kegiatan organisasi.
COSO menekankan Pengendalian
Internal sebagai suatu “proses” yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari
aktivitas bisnis entitas yang berkelanjutan (on going business activities).
Untuk tujuan pelaporan manajemen kepada publik, Pengendalian Internal terkait
penjagaan asset dari pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak
terotorisasi adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh dewan komisaris,
manajemen, dan personil lainnya dari sebuah entitas, yang dirancang untuk
memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencegahan atau
deteksi dini terhadap pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak
terotorisasi terhadap asset entitas sehingga dapat memberikan pengaruh/efek
yang material terhadap laporan keuangan.
COSO juga menyatakan konsep
keyakinan yang wajar (reasonable assurance) terkait Pengendalian
Internal bahwa adanya Pengendalian Internal yang baik tidak serta merta
memberikan jaminan penuh kepada entitas bisa mencapai tujuannya namun sebatas
keyakinan yang wajar. Selain itu terdapat keterbatasan yang melekat terhadap
Pengendalian Internal bahwa tidak semua jenis pengendalian dapat
diimplementasikan karena pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit)
sehingga dapat mengakibatkan Pengendalian Internal kurang efektif seperti yang
diharapkan.
Komponen Pengendalian Intern COSO
1. Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan
corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan
pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern,
menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengedalian terdiri atas
faktor-faktor berikut:
a. Integritas dan nilai etika
b. Komitmen terhadap kompetensi
c. Pertisipasi dewan direksi dan komisaris atau komisi audit
d. Filosofi manajemen dan gaya operasi
e. Struktur organnisasi
f. Kebijakan dan praktik sumber daya manusia
2. Penilaian Risiko
Adalah identifikasi entitas dan
analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu
dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Berikut ancangan penilaian risiko
untuk mendesain pengendalian internal:
a. Tentukan ancaman yang menghadang perusahaan
b. Perkirakan risiko, atau probabilitas, dari setiap ancaman
yang muncul
c. Perkiraan pajanan/ exposure,
atau kerugian potensial, dari setiap ancaman
d. Identifikasi serangkaian pengendalian untuk melindungi
terhadap ancaman
e. Perkirakan biaya dan keuntungan dari pengadaan pengendalian
f. Terapkan rangkaian pengendalian untuk melindungi terhadap
ancaman
3. Aktivitas Pengendalian
Adalah kebijakan dan prosedur yang
membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas pengendalian umumnya
termasuk ke dalam salah satu dari lima jenis aktivitas berikut, yaitu:
a. Pemisahan tugas yang memadai
b. Otorisasi yang tepat atas transaksi dan aktivitas
c. Dokumentasi dan catatan yang memadai
d. Pengendalian fisik atas asset dan catatan-catatan
e. Pengecekan terhadap pekerjaan secara independen
4. Informasi dan Komunikasi
Merupakan pengidentifikasian,
penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang
memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. System informasi yang relevan dengan
tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem akuntansi, terdiri atas metode
dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan
transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memelihara
akuntabilitas bagi asset, utang, dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitas informasi yang dihasilkan
dari system tersebut berdampak terhadap kemampuan manajemen untuk membuat
keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapkan
laporan keuangan yang andal. Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman
tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian
intern terhadap laporan keuangan.
5. Pengawasan
Merupakan proses yang menentukan
kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Metode utama untuk mengawasi kinerja
mencakup:
a. Supervisi yang efektif
b. Akuntansi pertanggungjawaban
c. Audit internal


0 comments:
Post a Comment