PENGENDALIAN INTERNAL (INTERNAL CONTROL) MENURUT COSO

Sunday, November 9, 2014
APA ITU PENGENDALIAN INTERNAL?
Menurut Wikipedia, pengendalian internal adalah suatu proses yang dipengaruhi oleh sumber daya manusia dan sistem teknologi informasi, yang dirancang untuk membantu organisasi mencapai suatu tujuan atau objektif tertentu. Pengendalian intern merupakan suatu cara untuk mengarahkan, mengawasi, dan mengukur sumber daya suatu organisasi. Ia berperan penting untuk mencegah dan mendeteksi penggelapan (fraud) dan melindungi sumber daya organisasi baik yang berwujud (seperti mesin dan lahan) maupun tidak berwujud (seperti reputasi atau hak kekayaan intelektual seperti merek dagang).

APA ITU COSO?
Committee of Sponsoring Organizations of the Treadway Commission’s (COSO) didirikan pada tahun 1985, yang merupakan aliansi dari lima organisasi profesi diantaranya :
1. Financial Executives International (FEI)
2. The American Accounting Association (AAA)
3. The American Institute  of  Certified  Public  Accountants (AICPA)
4. The Institute  of  Internal Auditors (IIA)
5. The Institute of Management Accountants (IMA) (formerly the National Association of Accountants)

COSO adalah  sebuaorganisasi sektor swasta yang sukarela, didirikan di Amerika Serikat, yang bertujuan untuk menyediakan panduan kepada manajemen eksekutif dan pengelola perusahaan  tentang  aspek-aspek kritis dalam pengelolaan organisasi, etika bisnis, pengendaliainternal, manajemen risiko perusahaan, kecurangan, dan pelaporan keuangan. COSO telah menerbitkasebuah model pengendalian internal yang umum yang dengannya perusahaan dan organisasi dapat menilai sistem pengendalian mereka. Misi utama dari COSO adalah  “Memperbaiki/ meningkatkan kualitas laporan keuangan entitas melalui etika bisnis, pengendalian internal yang efektif, dan corporate governance.
Model COSO Framework yang dikembangkan pada awal tahun 1990an ini menghubungkan pengendalian dengan lingkungan pengendalian diantaranya meliputi budaya organisasi, sikap orang yang ada didalam organisasi, dan pendekatan organisasi untuk menilai risiko. Model ini melakukan pengendalian dengan cara menempatkan pengendalian pada di dalam praktek/pelaksanaan kegiatan organisasi.
COSO menekankan Pengendalian Internal sebagai suatu “proses” yang merupakan bagian tidak terpisahkan dari aktivitas bisnis entitas yang berkelanjutan (on going business activities). Untuk tujuan pelaporan manajemen kepada publik, Pengendalian Internal terkait penjagaan asset dari pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak terotorisasi adalah suatu proses yang dipengaruhi  oleh dewan komisaris, manajemen, dan personil lainnya dari sebuah entitas, yang dirancang untuk memberikan keyakinan/jaminan yang wajar berkaitan dengan pencegahan atau deteksi dini terhadap pengambilan, penggunaan, atau penghilangan yang tidak terotorisasi terhadap asset entitas sehingga dapat memberikan pengaruh/efek yang material terhadap laporan keuangan.
COSO juga menyatakan konsep keyakinan yang wajar (reasonable assurance) terkait Pengendalian Internal bahwa adanya Pengendalian Internal yang baik tidak serta merta memberikan jaminan penuh kepada entitas bisa mencapai tujuannya namun sebatas keyakinan yang wajar. Selain itu terdapat keterbatasan yang melekat terhadap Pengendalian Internal bahwa tidak semua jenis pengendalian dapat diimplementasikan karena pertimbangan biaya dan manfaat (cost and benefit) sehingga dapat mengakibatkan Pengendalian Internal kurang efektif seperti yang diharapkan.

Komponen Pengendalian Intern COSO

1.  Lingkungan Pengendalian
Lingkungan pengendalian menetapkan corak suatu organisasi, mempengaruhi kesadaran pengendalian orang-orangnya. Lingkungan pengendalian merupakan dasar untuk semua komponen pengendalian intern, menyediakan disiplin dan struktur. Lingkungan pengedalian terdiri atas faktor-faktor berikut:
a.   Integritas dan nilai etika
b.   Komitmen terhadap kompetensi
c.   Pertisipasi dewan direksi dan komisaris atau komisi audit
d.   Filosofi manajemen dan gaya operasi
e.   Struktur organnisasi
f.    Kebijakan dan praktik sumber daya manusia

2.  Penilaian Risiko
Adalah identifikasi entitas dan analisis terhadap risiko yang relevan untuk mencapai tujuannya, membentuk suatu dasar untuk menentukan bagaimana risiko harus dikelola. Berikut ancangan penilaian risiko untuk mendesain pengendalian internal:
a.   Tentukan ancaman yang menghadang perusahaan
b.   Perkirakan risiko, atau probabilitas, dari setiap ancaman yang muncul
c.   Perkiraan pajanan/ exposure, atau kerugian potensial, dari setiap ancaman
d.   Identifikasi serangkaian pengendalian untuk melindungi terhadap ancaman
e.   Perkirakan biaya dan keuntungan dari pengadaan pengendalian
f.    Terapkan rangkaian pengendalian untuk melindungi terhadap ancaman

3.  Aktivitas Pengendalian
Adalah kebijakan dan prosedur yang membantu menjamin bahwa arahan manajemen dilaksanakan. Aktivitas pengendalian umumnya termasuk ke dalam salah satu dari lima jenis aktivitas berikut, yaitu:
a.   Pemisahan tugas yang memadai
b.   Otorisasi yang tepat atas transaksi dan aktivitas
c.   Dokumentasi dan catatan yang memadai
d.   Pengendalian fisik atas asset dan catatan-catatan
e.   Pengecekan terhadap pekerjaan secara independen

4.  Informasi dan Komunikasi
Merupakan pengidentifikasian, penangkapan, dan pertukaran informasi dalam suatu bentuk dan waktu yang memungkinkan orang melaksanakan tanggung jawab mereka. System informasi yang relevan dengan tujuan pelaporan keuangan, yang meliputi sistem akuntansi, terdiri atas metode dan catatan yang dibangun untuk mencatat, mengolah, meringkas, dan melaporkan transaksi entitas (baik peristiwa maupun kondisi) dan untuk memelihara akuntabilitas bagi asset, utang, dan ekuitas yang bersangkutan. Kualitas informasi yang dihasilkan dari system tersebut berdampak terhadap kemampuan manajemen untuk membuat keputusan semestinya dalam mengendalikan aktivitas entitas dan menyiapkan laporan keuangan yang andal. Komunikasi mencakup penyediaan suatu pemahaman tentang peran dan tanggung jawab individual berkaitan dengan pengendalian intern terhadap laporan keuangan.

5.  Pengawasan
Merupakan proses yang menentukan kualitas kinerja pengendalian intern sepanjang waktu. Metode utama untuk mengawasi kinerja mencakup:
a.   Supervisi yang efektif
b.   Akuntansi pertanggungjawaban
c.   Audit internal

0 comments:

Post a Comment